<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>masjidkita.org</title>
	<atom:link href="http://www.masjidkita.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.masjidkita.org</link>
	<description>direktori masjid di indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Nov 2009 00:57:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Festival Masjid Bersejarah di Batam</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2009/11/festival-masjid-bersejarah-di-batam/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2009/11/festival-masjid-bersejarah-di-batam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 00:57:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Festival Masjid Bersejarah di Batam
Rabu, 4 November 2009 &#124; 03:11 WIB
Batam, Kompas &#8211; Kegiatan Festival Masjid Bersejarah direncanakan diadakan di Batam, Kepulauan Riau, pada tanggal 5 November sampai 8 November 2009. Festival itu akan diikuti peserta dari sejumlah provinsi dan peserta dari Malaysia.
Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Batam Yusfa Hendri di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Festival Masjid Bersejarah di Batam</p>
<p>Rabu, 4 November 2009 | 03:11 WIB</p>
<p>Batam, Kompas &#8211; Kegiatan Festival Masjid Bersejarah direncanakan diadakan di Batam, Kepulauan Riau, pada tanggal 5 November sampai 8 November 2009. Festival itu akan diikuti peserta dari sejumlah provinsi dan peserta dari Malaysia.</p>
<p>Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Batam Yusfa Hendri di Batam, Selasa (3/11).</p>
<p>”Sampai saat ini sudah ada 21 provinsi yang memastikan ikut dalam festival tersebut,” kata Yusfa. Selain dari Indonesia, peserta dari Malaysia, seperti Malaka dan Johor, juga ikut berpartisipasi.</p>
<p>Menurut Yusfa, Festival Masjid Bersejarah, termasuk keraton, diadakan Dewan Masjid Indonesia. Dalam festival itu akan dipamerkan stan-stan yang menampilkan masjid-masjid bersejarah.</p>
<p>”Khusus Provinsi Kepri, mungkin akan ditampilkan sejarah masjid Pulau Penyengat,” kata Yusfa. Selain itu, juga ada seminar yang terkait dengan perlindungan terhadap warisan budaya.</p>
<p>Festival Masjid Bersejarah itu merupakan festival yang ke-4. Festival sebelumnya diadakan di Jakarta. Pelaksanaan Festival Masjid Bersejarah dinilai dapat mendukung program Visit Batam 2010 yang dicanangkan Pemerintah Kota Batam.</p>
<p>Selain Festival Masjid Bersejarah, pada tanggal 6 November di Batam juga diadakan Kongres Vegetarian Asian Ke-4. Pada kongres itu juga dihadirkan para pakar di bidang lingkungan hidup untuk membahas masalah yang terkait dengan pemanasan global dan upaya melindungi lingkungan hidup.</p>
<p>Di beberapa daerah terdapat masjid bersejarah. Bangunan ini memiliki arti yang penting bagi sejarah penyebaran agama Islam dan juga sejarah Indonesia.</p>
<p>Di banyak tempat ibadah ini masih terawat dengan baik dan memiliki ornamen yang layak dikaji para peneliti sejarah dan arsitek.</p>
<p>Di Provinsi Sumatera Utara terdapat sejumlah masjid bersejarah, seperti Masjid Raya Kota Medan dan Masjid Raya di Kabupaten Langkat. (FER)</p>
<p>Sumber http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/04/03110592/festival.masjid.bersejarah..di.batam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2009/11/festival-masjid-bersejarah-di-batam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2009/09/74/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2009/09/74/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 21:13:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aidil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/2009/09/74/</guid>
		<description><![CDATA[Segenap crew Masjidkita.org mengucapkan :
Selamat Idul Fitri 1430 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Semoga kita menjadi fitrah dan lebih baik lagi dalam beribadah dan bekerja setelah Ramadhan ini berlalu&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Segenap crew Masjidkita.org mengucapkan :<br />
Selamat Idul Fitri 1430 H<br />
Mohon Maaf Lahir dan Batin<br />
Semoga kita menjadi fitrah dan lebih baik lagi dalam beribadah dan bekerja setelah Ramadhan ini berlalu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2009/09/74/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Jami&#8217; Sultan Abdurrahman Pontianak</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2009/08/masjid-jami-sultan-abdurrahman-pontianak/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2009/08/masjid-jami-sultan-abdurrahman-pontianak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 12:39:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aidil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalimantan Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid jami']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/2009/08/masjid-jami-sultan-abdurrahman-pontianak/</guid>
		<description><![CDATA[Masjid yang memiliki panjang 33,27 meter dan lebar 27,74 meter ini merupakan masjid tertua dan terbesar di Pontianak. Masjid yang undak (seperti tajug ala arsitektur Jawa) paling atasnya mirip mahkota atau genta besar khas arsitektur Eropa ini menjadi saksi sejarah perubahan demi perubahan yang terjadi di Kota Pontianak dan sekitarnya.
Sultan Syarif Usman (1819-1855 M), sultan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.pontianakpost.com/uploads/berita/dir16092008/img1609200858801.jpg" alt="" width="400" height="300" />Masjid yang memiliki panjang 33,27 meter dan lebar 27,74 meter ini merupakan masjid tertua dan terbesar di Pontianak. Masjid yang undak (seperti tajug ala arsitektur Jawa) paling atasnya mirip mahkota atau genta besar khas arsitektur Eropa ini menjadi saksi sejarah perubahan demi perubahan yang terjadi di Kota Pontianak dan sekitarnya.</p>
<p>Sultan Syarif Usman (1819-1855 M), sultan ke-3 Kesultanan Pontianak, tercatat sebagai sultan yang pertama kali meletakkan fondasi bangunan masjid sekitar tahun 1821 M/1237 H. Bukti bahwa masjid tersebut dibangun oleh Sultan Syarif Usman dapat dilihat pada inskripsi huruf Arab yang terdapat di atas mimbar masjid yang menerangkan bahwa Masjid Jami‘ Sultan Abdurrahman dibangun oleh Sultan Syarif Usman pada hari Selasa bulan Muharam tahun 1237 Hijriah. Berbagai penyempurnaan bangunan masjid terus dilakukan oleh sultan-sultan berikutnya hingga menjadi bentuknya seperti yang sekarang ini.</p>
<p>Untuk menghormati jasa Sultan Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri, pendiri Kota Pontianak dan sultan pertama Kesultanan Pontianak, masjid yang berada di sebelah barat Istana Kadriah itu pun diberi nama Masjid Jami‘ Sultan Abdurrahman.</p>
<p>Mayoritas konstruksi bangunan masjid terbuat dari kayu belian pilihan. Dominasi kayu belian masih dapat dilihat pada pagar, lantai, dinding, menara, dan sebuah bedug besar yang terdapat di serambi masjid. Enam tonggak utama (soko guru) penyangga ruangan masjid yang berdiameter 60 sentimeter juga terbuat dari kayu belian. Konon, tonggak-tonggak tersebut telah berusia lebih dari 170 tahun. Selain enam tonggak utama, terdapat empat belas  tiang pembantu yang berfungsi sebagai penyangga ruangan masjid.</p>
<p>Pengaruh arsitektur Eropa terlihat pada pintu dan jendela masjid yang cukup besar, sedangkan pengaruh Timur Tengah terlihat pada mimbarnya yang berbentuk kubah.</p>
<p>Sumber : <a href="http://wisatamelayu.com/id/object/245/172/masjid-jami-sultan-abdurrahman/&amp;nav=geo">Masjid Jami&#8217; Sultan Abdurrahman</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2009/08/masjid-jami-sultan-abdurrahman-pontianak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Islamic Center Samarinda</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2009/08/masjid-islamic-center-samarinda/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2009/08/masjid-islamic-center-samarinda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 12:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aidil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalimantan Timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Masjid yang diklaim oleh Pemprov Kaltim sebagai masjid termegah dan terbesar di Asia Tenggara. Terletak di kelurahan Karang Asam, Samarinda Ilir, Samarinda Kaltim ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="view from front" src="http://ithaajah.files.wordpress.com/2008/12/islamic-center-samarinda.jpg?w=655&amp;h=435" alt="" width="586" height="389" />Masjid yang diklaim oleh Pemprov Kaltim sebagai masjid termegah dan terbesar di Asia Tenggara. Terletak di kelurahan Karang Asam, Samarinda Ilir, Samarinda Kaltim ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi.</p>
<p>Bangunan masjid ini memiliki sebanyak 7 menara dimana menara utama setinggi 99 meter yang bermakna asmaul husna atau nama-nama Allah yang jumlahnya 99. Menara utama itu terdiri atas bangunan 15 lantai masing-masing lantai setinggi rata-rata 6 meter. Sementara itu, anak tangga dari lantai dasar menuju lantai utama masjid jumlahnya sebanyak 33 anak tangga. Jumlah ini sengaja disamakan dengan sepertiga jumlah biji tasbih.</p>
<p>Selain menara utama, bangunan ini juga memiliki 6 menara di bagian sisi masjid. Masing-masing 4 di setiap sudut masjid setinggi 70 meter dan 2 menara di bagian pintu gerbang setinggi 57 meter. Enam menara ini juga bermakna sebagai 6 rukun iman.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/11/IslamicCenter5.jpg" alt="" width="266" height="400" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/63/IslamicCenter-3.jpg" alt="" width="400" height="266" /></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/da/IslamicCenter-12.jpg" alt="" width="266" height="400" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2009/08/masjid-islamic-center-samarinda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Tanah Grogot</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2009/08/masjid-tanah-grogot/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2009/08/masjid-tanah-grogot/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 20:28:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aidil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalimantan Timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Masjid ini diperkirakan didirikan pada abad 18 M. Masjid yang berdampingan dengan istana Tanah Grogot (sekarang menjadi museum) banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa, dimana menempatkan masjid, istana dan alun-alun dalam satu komplek. Selain itu, posisi berdampingan ini juga menunjukkan bahwa masjid ini adalah masjid kerajaan.
Sumber : Masjid Tanah Grogot
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://kisahdoktermuda.files.wordpress.com/2009/01/mesjid-agung-grogot.jpg?w=448&amp;h=336" alt="" width="448" height="336" />Masjid ini diperkirakan didirikan pada abad 18 M. Masjid yang berdampingan dengan istana Tanah Grogot (sekarang menjadi museum) banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa, dimana menempatkan masjid, istana dan alun-alun dalam satu komplek. Selain itu, posisi berdampingan ini juga menunjukkan bahwa masjid ini adalah masjid kerajaan.</p>
<p>Sumber : <a href="http://melayuonline.com/history/?a=UnNWL29QTS9VenVwRnRCb20%3D=">Masjid Tanah Grogot</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2009/08/masjid-tanah-grogot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Raya Darussalam Samarinda</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2009/03/masjid-raya-darussalam-samarinda/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2009/03/masjid-raya-darussalam-samarinda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 05:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aidil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalimantan Timur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[
Samarinda sebagai Ibu Kota Kalimantan Timur menyimpan riwayat masjid yang cukup tua. Buktinya, pembangunan Masjid Raya Darussalam Samarinda yang berdiri pada 1925 diilhami saudagar-saudagar Suku Bugis dan Suku Banjar. Seiring kemajuan zaman bangunan masjid tertua itu banyak mengalami perubahan tanpa mengurangi ciri khasnya.
Sebelumnya masjid itu bernama Masjid Jamik yang kemudian mengalami renovasi pada 1953 dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-58" title="masjidraya" src="http://www.masjidkita.org/wp-content/uploads/2009/03/masjidraya.jpg" alt="masjidraya" width="640" height="480" /></p>
<p>Samarinda sebagai Ibu Kota Kalimantan Timur menyimpan riwayat masjid yang cukup tua. Buktinya, pembangunan Masjid Raya Darussalam Samarinda yang berdiri pada 1925 diilhami saudagar-saudagar Suku Bugis dan Suku Banjar. Seiring kemajuan zaman bangunan masjid tertua itu banyak mengalami perubahan tanpa mengurangi ciri khasnya.</p>
<p>Sebelumnya masjid itu bernama Masjid Jamik yang kemudian mengalami renovasi pada 1953 dan 1967. Bahkan, semula masjid ini dibangun di atas tanah 25&#215;25 meter di pinggiran Sungai Mahakam. Namun, dengan kemajuan Kota Samarinda yang semakin pesat menyebabkan lokasi masjid bergeser ke Jalan Yos Sudarso dengan luas sekitar 15 ribu meter persegi. Sedangkan bangunan masjid itu mengacu pada konsep Kerajaan Turki kuno. Ciri itu tampak pada bentuk kubah, menara, serta sejumlah lengkungan di atas pintu dan jendela.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Inside masjid darussalam" src="http://img258.imageshack.us/img258/787/dscn0349uy7.jpg" alt="" width="503" height="377" /></p>
<p>Masjid tersebut dibangun khusus dibuat untuk melambangkan sejarah dan keberadaan Islam. Hal itu ditandai dengan tangga masjid yang dibangun ke arah depan dan kiri berjumlah tiga buah, bangunan menara berjumlah empat buah, satu kubah kecil dikelilingi delapan buah kubah kecil. Masjid itu juga dilengkapi empat buah kubah kecil di setiap sudut.(ORS/Polmart Aritonang)</p>
<p>sumber : <a href="http://www.liputan6.com/daerah/?id=24298">liputan6.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2009/03/masjid-raya-darussalam-samarinda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Raya Makassar</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2008/09/masjid-raya-makassar/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2008/09/masjid-raya-makassar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 15:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aidil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sulawesi Selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Masjid Raya Makassar awalnya dirancang M Soebardjo, kemudian diresmikan pada tanggal 25 Mei 1949. Kemudian pada tahun 1957 Presiden pertama RI, Soekarno melaksanakan sholat Jumat di masjid ini. Sedangkan pada tahun 1967, mantan Presiden Soeharto juga berkunjung dan sholat Jumat di masjid perjuangan ini. Karena itu, kehadiran masjid raya merupakan tonggak sejarah masa lalu.

Dana awal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masjid Raya Makassar awalnya dirancang M Soebardjo, kemudian diresmikan pada tanggal 25 Mei 1949. Kemudian pada tahun 1957 Presiden pertama RI, Soekarno melaksanakan sholat Jumat di masjid ini. Sedangkan pada tahun 1967, mantan Presiden Soeharto juga berkunjung dan sholat Jumat di masjid perjuangan ini. Karena itu, kehadiran masjid raya merupakan tonggak sejarah masa lalu.</p>
<p><img style="border: 0px initial initial;" src="http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/makassar/P1000443.jpg" border="0" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p>Dana awal pembangunan masjid hanya Rp60.000 yang diprakarsai K H Ahmad Bone, seorang ulama asal Kabupaten Bone tahun 1947 dengan menunjuk ketua panitia KH Muchtar Lutfi, dua tahun kemudian diresmikan dengan menghabiskan biaya Rp1,2 juta.</p>
<p><img style="border: 0px initial initial;" src="http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/makassar/P1000444.jpg" border="0" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p><img style="border: 0px initial initial;" src="http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/makassar/P1000435.jpg" border="0" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p>Seorang jurnalis asing yang mengunjungi masjid tersebut menulis dalam sebuah artikelnya bahwa Masjid Raya Makassar adalah masjid terbesar di Asia Tenggara di masa itu dengan daya tampung sekitar 60.000 orang hingga ke halaman.</p>
<p>Lahan seluar 13.000 meter persegi tempat masjid dibangun adalah bekas lapangan sepakbola Exelsior Makassar yang dihibahkan untuk pembangunan masjid yang dimulai pada 1949, kemudian diresmikan satu tahun kemudian, </p>
<p>Menurut Wapres, renovasi pertama Masjid Raya Makassar yang dibangun tahun 1949 itu, dilakukan pada tahun 1978 oleh Gubernur Ahmad Lamo. Namun, setelah 29 tahun kemudian atap masjid bocor-bocor sehingga sangat sulit dipertahankan. Karena itu, masjid ini dibangun kembali dengan struktur dan arsitektur baru mengadopsi Masjid Cordoba Spanyol, sementara bangunan lama hanya menyisahkan menara disamping kiri masjid.</p>
<p><img style="border: 0px initial initial;" src="http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/makassar/P1000442.jpg" border="0" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p>Mesjid dua lantai di Jl. Bulusaraung ini menggunakan bahan bangunan sekitar 80 persen dari bahan baku lokal, memiliki dua menara setinggi 66,66 meter, daya tampung 10.000 jamaah dan fasilitas berupa perpustakaan, kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel.</p>
<p>Dana pembangunan masjid masing-masing bersumber dari Jusuf Kalla sebesar Rp18,5 miliar, Aksa Mahmud Rp1,5 miliar, Pemkot Makassar Rp3 miliar, Pemprov Sulsel Rp1 miliar, jamaah masjid Rp1 miliar dan Andi Sose Rp500 juta. </p>
<p>jumat 27 Mei 2005 bertepatan dengan 18 Rabiul Akhir 1426 H, Masjid Raya Makassar diresmikan pemakaiannya oleh Wakil Presiden RI, Drs H Muhammad Jusuf Kalla. </p>
<p><img style="border: 0px initial initial;" src="http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/makassar/P1000437.jpg" border="0" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p><img style="border: 0px initial initial;" src="http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/makassar/P1000433.jpg" border="0" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p><img style="border: 0px initial initial;" src="http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/makassar/P1000424.jpg" border="0" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p><img style="border: 0px initial initial;" src="http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/makassar/P1000425.jpg" border="0" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p>sumber kompas jum&#8217;at 27 mei 2005</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2008/09/masjid-raya-makassar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Tua di Palembang</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2008/09/masjid-tua-di-palembang/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2008/09/masjid-tua-di-palembang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 14:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aidil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumatera Selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Selain Masjid Agung, ada beberapa masjid tua lain di Palembang yang didirikan pada masa Kesultanan Palembang atau setelahnya. Komponen arsitektur utama masjid-masjid itu umumnya menginduk kepada bentuk Masjid Agung, tetapi ukurannya lebih kecil. Beberapa masjid itu juga memiliki sejarah unik dan peran penting dalam pertumbuhan agama Islam di Palembang dan sekitarnya.
Masjid-masjid itu antara lain Masjid [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post_message_17476007">Selain Masjid Agung, ada beberapa masjid tua lain di Palembang yang didirikan pada masa Kesultanan Palembang atau setelahnya. Komponen arsitektur utama masjid-masjid itu umumnya menginduk kepada bentuk Masjid Agung, tetapi ukurannya lebih kecil. Beberapa masjid itu juga memiliki sejarah unik dan peran penting dalam pertumbuhan agama Islam di Palembang dan sekitarnya.</p>
<p>Masjid-masjid itu antara lain Masjid Muara Ogan, Masjid Lawang Kidul, Masjid Suro, dan Masjid Sungai Lumpur. Masjid Muara Ogan dibangun di sudut Sungai Ogan dan Sungai Musi, termasuk Kecamatan Kertapati, sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Palembang. Saudagar Masagung Abdul Hamid, yang dikenal sebagai Kiai Muara Ogan, mendirikan masjid itu tahun 1889. Nama masjid merujuk pada sebutan Kiai Muara Ogan.</p>
<p><img src="http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/palembang/masjidkimerogan.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>Masjid Lawang Kidul terdapat di Kelurahan 5 Ilir, di tepi Sungai Musi. Masjid ini juga didirikan Kiai Muara Ogan tahun 1881 dengan nama Masjid Mujahidin, tetapi kemudian lebih dikenal sebagai Masjid Lawang Kidul. Masjid Suro terletak di Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, sekarang bernama Masjid Mahmudiyah. Masjid ini didirikan Kiagus H Mahmud Khatib dan Kiai Delamat, murid Kiai Muara Ogan, tahun 1906.</p>
<p><img src="http://i242.photobucket.com/albums/ff299/ferriapriyandi/palembang/masjidlawangkidul.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>Bentuk bangunan utama Masjid Muara Ogan, Lawang Kidul, Masjid Suro, dan Masjid Sungai Lumpur secara umum menyerupai bentuk Masjid Agung. Masjid-masjid ini juga menyerap budaya China, Jawa, Arab, Eropa, dan Palembang dalam bentuk yang padu.</p>
<p>Arsitektur Masjid Agung dan beberapa masjid lama di Palembang menawarkan bentuk-bentuk yang simbolik. Undak-undakan di pelataran dan di atap masjid, misalnya, melambangkan tarekat atau perjalanan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tingkat pertama merupakan syariah atau tahap penertiban amal perbuatan yang baik, sesuai dengan tuntunan agama. Tingkat kedua mencerminkan hakikat atau proses pencarian atas ruh yang tersimpan di balik perbuatan yang kasatmata. Tahap ketiga menjadi puncak perjalanan karena manusia telah mengalami maâ€™rifat, mengenal hakikat Tuhan.</p>
<p>Bentuk undak-undakan senantiasa mengajak manusia untuk mengasah diri dengan menertibkan perbuatan, meraih makna, dan mengenal Tuhan. Tahap-tahap itu merupakan perjalanan spiritual yang tiada berakhir.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2008/09/masjid-tua-di-palembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mesjid Agung An-Nur</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2008/09/mesjid-agung-an-nur/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2008/09/mesjid-agung-an-nur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 14:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aidil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[
Mesjid Agung An-Nur Riau terletak hampir di pusat kota ini, tepatnya di jalan Hang Tuah merupakan mesjid propinsi dengan bentuk bangunan yang menarik dilengkapi tiang besar dan tinggi melambangkan kebesaran-Nya, terletak di pusat kota Pekanbaru, mempunyai fasilitas lengkap sebagai Islamic Centre serta dilengkapi pula taman yang indah dan luas.
 

Masjid Agung An-Nur merupakan masjid termegah di Riau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.masjidkita.org/wp-content/uploads/2008/09/252219378d00f14dffaok91.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-45" title="Masjid An-Nur Pekanbaru" src="http://www.masjidkita.org/wp-content/uploads/2008/09/252219378d00f14dffaok91-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /><br />
</a>Mesjid Agung An-Nur Riau terletak hampir di pusat kota ini, tepatnya di jalan Hang Tuah merupakan mesjid propinsi dengan bentuk bangunan yang menarik dilengkapi tiang besar dan tinggi melambangkan kebesaran-Nya, terletak di pusat kota Pekanbaru, mempunyai fasilitas lengkap sebagai Islamic Centre serta dilengkapi pula taman yang indah dan luas.</p>
<p> </p>
<div class="fullpost">
<p><span>Masjid Agung An-Nur</span> merupakan masjid termegah di Riau Saat ini. Selain berfungsi sebagai fasilitas ibadah masjid ini juga sebagai pusat kegiatan remaja mesjid se-Riau khususnya kota Pekanbaru.<br />
Masjid ini juga tersedia fasilitas hot spot gratis tanpa bayar dan free user logon tanpa harus meminta password, jadi apabila anda bawa laptop berfasilitas Wifi anda dapat berinternet sepuasnya!.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2008/09/mesjid-agung-an-nur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Jami di Hayam Wuruk</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2008/09/masjid-jami-di-hayam-wuruk/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2008/09/masjid-jami-di-hayam-wuruk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 14:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aidil</dc:creator>
				<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Wartawan &#8220;Pembaruan&#8221; Luther Ulag
Pemerintah DKI Jakarta Dinas Museum dan Sejarah melalui SK Gubernur No Cb11/1/12/72 tanggal 10 Januari 1972 menetapkan Masjid Jami , Kebon Jeruk di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Barat, ditetapkan sebagai monumen sejarah. Masjid Jami didirikan tahun 1718 di atas lahan seluas sekitar 1,5 hektare, dengan gaya arsitektur Belanda dan Cina. Selama bulan suci Ramadan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wartawan &#8220;Pembaruan&#8221; Luther Ulag</p>
<p>Pemerintah DKI Jakarta Dinas Museum dan Sejarah melalui SK Gubernur No Cb11/1/12/72 tanggal 10 Januari 1972 menetapkan Masjid Jami , Kebon Jeruk di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Barat, ditetapkan sebagai monumen sejarah. Masjid Jami didirikan tahun <strong>1718 </strong>di atas lahan seluas sekitar 1,5 hektare, dengan gaya arsitektur Belanda dan Cina. Selama bulan suci Ramadan masjid tua ini banyak dikunjungi jemaah dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara seperti Pakistan, India, Arab Saudi dan Malaysia. </p>
<p><a href="http://imageshack.us/" target="_blank"><img src="http://img15.imageshack.us/img15/4349/16spmb2t0ca.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<p>MASJID TUA &#8211; Masjid Jami Kebon Jeruk di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat yang dibangun tahun 1718 masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik. </p>
<p><img src="http://img364.imageshack.us/img364/9563/16spmb1t0hz.gif" border="0" alt="" /></p>
<p>TIDAK TERBACA &#8211; Papan nama Masjid Jami Kebok Jeruk yang terbaut dari kayu jati nyaris tidak terbaca. </p>
<p><img src="http://img65.imageshack.us/img65/5498/16spmb4t2mn.gif" border="0" alt="" /></p>
<p>KUBAH &#8211; Ornamen kubah masjid Jami masih asli, pemugaran yang dilakukan menjaga keasliannya. </p>
<p><img src="http://img6.imageshack.us/img6/329/16spmbid2em.gif" border="0" alt="" /></p>
<p>MASIH ASLI &#8211; Beberapa tiang penyangga dan kayu pembatas di dalam masjid Jami masih asli. </p>
<p><a href="http://imageshack.us/" target="_blank"><img src="http://img266.imageshack.us/img266/6701/16767b1t2il.gif" border="0" alt="" /></a></p>
<p>MAKAM &#8211; Makam Hj Nur Hajizah berada di dalam lingkungan masjid Jami.</p>
<p> </p>
<p>Sumber : <a href="http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=269491&amp;page=3" target="_blank">Indonesian Mosque</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2008/09/masjid-jami-di-hayam-wuruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
