Archive for the ‘News1’ category

Wisata Religi, Melihat Kemegahan Masjid Al-Irsyad

October 8th, 2011

Sejak diresmikan 2010 lalu, bangunan ini sudah mencuri perhatian tidak hanya warga sekitar tetapi juga di dunia maya. Masjid yang terletak di Padalarang ini masuk 5 besar “Building Of The Year 2010″ oleh National Frame Building Association. Acara akbar yang melibatkan para arsitek di seluruh dunia ini menempatkan Masjid Al Irsyad dalam kategori religious architecture. Menurut ArchDaily, situs publikasi arsitektur terpopuler, Masjid Al Irsyad cukup populer di antara tempat ibadah yang lain dan hanya dikalahkan oleh Gereja Tampa Covenant, Florida, Amerika serikat.

Jika umumnya masjid memiliki kubah atau menara, tidak dengan Masjid Al Irsyad. Masjid yang dirancang oleh Ridwan Kamil, arsitek kenamaan Indonesia ini didesain mirip Ka’bah, berbentuk kubus dengan warna abu-abu. Desainnya sederhana, tidak banyak ornamen namun tetap memiliki keindahan tersendiri.

Dinding masjid terbuat dari batu bata yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk celah yang terbaca sebagai dua kalimat syahadat. Selain memiliki fungsi artistik, lubang-lubang ini juga berfungsi sebagai ventilasi udara. Menjelang malam ketika lampu di dalam masjid mulai dinyalakan, sinar lampu akan menerobos celah ventilasi sehingga jika dilihat dari luar tampak seperti masjid yang memancarkan cahaya berbentuk kalimat syahadat. Sangat mengagumkan.

Keindahan tidak hanya tampak dari luar masjid. Di dalam masjid terdapat 99 lampu bulat berukir asmaul husna yang jika dinyalakan, cahayanya akan membentuk siluet nama-nama suci Allah SWT. Terasa sekali kemegahannya.

Masjid Al Irsyad juga seolah ingin mendekatkan kita pada alam. Lantai tepi mimbar dimanfaatkan untuk kolam di lantai. Suara gemericik air kolam memberikan suasana teduh yang dapat menambah ketenangan ketika beribadah. Dinding di belakang mimbar juga dibiarkan terbuka sehingga jama’ah dapat menikmati pemandangan Padalarang yang menyegarkan.

Didirikan di atas lahan seluas 1.100 meter persegi, masjid berkapasitas 1.500 jama’ah ini selain menjadi tempat ibadah juga menjadi tujuan wisata tak hanya bagi para sekitar Bandung dan Jakarta tetapi juga mancanegara.

sumber

Sebelum Lebaran Masjid Mukomuko Dihias Bagaikan Pengantin

January 10th, 2011

Mukomuko, Bengkulu (ANTARA News) – Masyarakat Mukomuko, Bengkulu, mulai bersiap untuk menghias masjid di sekitar permukiman mereka agar tampil bak pengantin, seperti yang selalu dilakukan setiap menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Tokoh Adat sekeligus mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko Darwis Rajo Lelo, di Mukomuko, Minggu, mengatakan, kebiasaan menghias masjid itu biasanya dimulai dua hari sebelum Lebaran.

“Hiasan itu dibuat dan dipasangi oleh masyarakat dengan cara bergotong royong,” ungkapnya.

Ia mengatakan, maksud hiasan tersebut sebagai simbol kerajaan dan setiap acara pernikahan di daerah ini simbol kerajaan tersebut juga selalu digunakan untuk menghiasi setiap sudut rumah calon pengantin.

“Tujuan pemasangan hiasan itu untuk membuat kesan yang baik selain berupa ciri khas menghadapi Lebaran,” katanya menegaskan.

Jenis hiasan yang dipasang itu dari daun kelapa yang disulam sedemikian rupa sehingga bentuknya menjadi indah.

“Dekorasi yang sudah disulam itu dipasang di depan pintu masuk dan ruangan masjid,” kata Darwis.

Selain dekorasi yang terbuat dari daun kelapa, hiasan itu juga berupa umbul-umbul yang dipasangi di depan pagar masjid.

“Umbul-umbul yang dipasang itu warnanya berbeda-beda sehingga ada kesan keindahan ketika pertama masuk dan melewati masjid,” katanya.

Ada empat masjid di Kecamatan Kota Mukomuko yang akan dihiasi dengan memesang dekorasi, yakni masjid Baiturahman Kelurahan Koto Jaya, Masjid Al Falah Kelurahan Pasar Mukomuko, Masjid Almutaqqin Desa Ujung Padang, dan masjid Nurul Falah Kelurahan Bandar Ratu.(*)

Sumber: Antara

(ANT-149/R009)

Presiden Obama Pagi ini ke Masjid Istiqlal

November 10th, 2010

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Amerika Serikat Barack Obama dijadwalkan melakukan kunjungan ke Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu pagi. Menjelang kedatangan presiden ke-44 AS itu pengamanan di sekitar masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut diperketat.

Para tamu undangan dan wartawan memasuki halaman Masjid melalui pintu masuk di Medan Merdeka Timur.

Sebelum memasuki kawasan Masjid dilakukan pemeriksaan identitas guna memastikan nama yang bersangkutan tercantum dalam daftar hadir.

Selain dilakukan pemeriksaan barang melalui pemindai elektronik, barang-barang para tamu undangan termasuk kamera dan komputer jinjing juga diperiksa secara manual oleh pasukan pengamanan presiden AS.

Para tamu undangan yang rata-rata telah tiba di lingkungan Masjid sekitar satu hingga dua jam sebelum acara dipersilakan menunggu di ruang-ruang tunggu khusus dengan penjagaan petugas dari Kedutaan Besar AS dan pasukan pengamanan presiden AS.

Ketatnya pengamanan tidak memungkinkan para tamu yang telah berada di lingkungan Masjid untuk berkeliaran tanpa izin dan pemandu.

Presiden Obama dan istrinya, Michelle Obama dijadwalkan tiba di halaman Masjid sekitar pukul 08.30an kemudian diterima oleh Imam Masjid Istiqlal KH Ali Mustafa Yaqub MA di Ruang VIP melalui pintu Al Malik yang menghadap Stasiun Juanda.

Obama kemudian akan mendengarkan penjelasan mengenai sejarah Masjid dan diperlihatkan sejumlah lokasi di sekitar Masjid, antara lain tempat maket Masjid, bedug serta Menara Masjid guna melihat keseluruhan bangunan Masjid.
(G003/A038)

Sumber: Antara

Merkel: Masjid Akan Jadi Bagian Lebih Besar dari Jerman

September 19th, 2010

Berlin (ANTARA News) – Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan bahwa warga Jerman telah begitu lama gagal menangkap bagaimana imigrasi mengubah negeri mereka, dan akan terbiasa dengan pemandangan lebih banyak masjid di kota-kota mereka, demikian satu surat kabar melaporkan.

Jerman, dengan penduduk beragama Islam mencapai sedikitnya 4 juta, telah terbelah beberapa pekan baru-baru ini oleh satu perdebatan tentang integrasi yang dipicu pernyataan anggota bank sentral negeri itu terkait imigran Muslim.

“Negeri kita akan berubah dan integrasi juga merupakan tugas bagi masyarakat yang mengangkat imigran,” kata Merkel kepada harian Frankfurter Allgemeine Zeitung, yang dikutip AFP.

“Selama bertahun-tahun kita menipu diri sendiri tentang ini. Masjid, misalnya, akan menjadi bagian yang lebih penting di kota-kota kita daripada sebelumnya,” ujarnya.

Thilo Sarrazin dari Bundesbank ialah orang pertama pemicu perdebatan yang menyinggung soal agama dan integrasi. Ia berpendapat para imigran Turki dan Arab gagal berintegrasi dan membanjiri Jerman dengan angka kelahiran lebih tinggi.

Swiss memicu kutukan internasional tahun lalu ketika memutuskan untuk melarang pembangunan menara.

Perselisihan soal agama telah terjadi di Amerika Serikat selama beberapa pekan terakhir gara-gara rencana untuk membangun satu pusat kebudayaan Islam di lokasi World Trade Center runtuh.

Sementara itu hubungan antara Berlin dan Paris terganggu pekan ini oleh pertikaian antara Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy tentang pengusiran Prancis atas migran Roma.

Hadiah Desain Masjid Sriwijaya Rp170 Juta

August 31st, 2010

Palembang (ANTARA News) – Pemenang sayembara desain masjid Sriwijaya yang akan dipamerkan di Hotel Swarna Dwipa mulai hari Rabu besok (1/9) selama satu minggu kedepan total hadiahnya Rp170 juta.

Pemenang desain masjid Sriwijaya ini ada enam orang ditambah satu pemenang favorit, kata Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumatera Selatan, Rizal Abdullah, di Palembang, Selasa.

Menurut dia, pemenang pertama mendapat hadiah Rp60 juta, kedua Rp50 juta dan pemenang ketiga Rp40 juta.

Sedangkan juara harapan satu, dua dan tiga serta pemenang favorit masing-masing mendapatkan hadiah Rp5 juta.

Jadi, total hadiah secara keseluruhan untuk pemenang sayembara desain masjid Sriwijaya itu Rp170 juta, katanya.

Ia mengatakan, untuk pemenang desain sayembara masjid Sriwijaya itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk menentukan pemenangnya.

Ada 18 desain yang akan dinilai, kemudian nantinya menjadi enam pemenang dan satu pilihan masyarakat yakni favorit.

Ia mengatakan, yang melakukan penilaian adalah tim, kemudian tokoh masyarakat, dari MUI, IAIN dan satu dari Jakarta.

Konsep masjid itu bermacam-macam dan memang diberikan kebebasan kepada mereka, jadi ada pakai hiasan songket, mediterian dan lainnya.

Memang diberikan kebebasan kepada mereka, walaupun ada ciri tertentu pada desain masjid tersebut, demikian Rizal Abdullah. (ANT-038/S026)

Sumber: Antara

NTB Bangun Masjid Raksasa Berkapasitas 15.000 Orang

August 8th, 2010

Mataram (ANTARA News) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengagendakan pembangunan masjid raksasa berkapasitas 15.000 orang dalam kompleks pusat keislaman (Islaim Center) di Mataram, Pulau Lombok.

“Dalam perencanaan, masjid yang akan dibangun di `Islamic Center` itu berkapasitas 15.000 orang,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nusa Tenggara Barat (NTB) Rosyadi Sayuti, di Mataram, Minggu.

Ia mengatakan, sejauh ini Pulau Lombok NTB yang dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid, belum memiliki masjid besar yang mampu menampung jamaah lebih dari 5.000 orang.

Karena itu, dipandang penting untuk membangun masjid dengan kapasitas belasan ribu orang sebagai induk dari ribuan masjid yang ada di Pulau Lombok.

Menurut Sayuti, pembangunan “Islamic Center” di jantung Kota Mataram itu akan berlangsung dalam dua tahun sehingga diperkirakan paling lambat tahun 2012 NTB telah memiliki kawasan pusat keislaman.

Kini, sedang disusun rencana detail atau yang dikenal dengan DED (Detail Engineering Design) `Islamic Center` Mataram itu yang dijadwalkan rampung akhir Desember mendatang atau selama setahun penyusunan.

DED itu merupakan tindaklanjut dari hasil karya kelompok diskusi Puddezoe yang memenangkan lomba “grand design” Islamic Center di Pulau Lombok.

Puddezoe mendesain sembilan elemen gedung pendukung “Islamic Center” atau hampir mendekati 12 fungsi keislaman antara lain tempat ibadah, perpustakaan, museum, pusat pendidikan, fasilitas olahraga termasuk kolam renang muslimah dan muslimin.

Pusat pendidikan itu mencakup gedung TK, SD, SMP dan SMA serta “community College” dan gedung pengkajian keislaman, dan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Juga ada kompleks komersial yang terdiri dari tiga unit bisnis yakni hotel, gedung konvensi dan perkantoran,” ujarnya.

Sayuti mengatakan, pembangunan “Islamic Center” itu dijawalkan terlaksana dalam lima tahapan, yang diawali dengan tahap awal berupa kegiatan perataan tanah (ground breaking), pembangunan area pendidikan, relokasi saluran irigasi dan relokasi Sekolah Pembangunan Pertanian (SPP) Mataram.

Tahap kedua menyangkut lanjutan pembangunan area pendidikan, relokasi SMP Negeri 6 Mataram dan pembangunan masjid raya yang berkapasitas 15.000 orang itu, yang akan berlanjut hingga tahap ketiga dan keempat.

Pada tahap keempat juga mencakup pembangunan jalan akses “Islamic Center” dan renovasi masjid Attaqwa menjadi pusat kajian iptek yang selalu dilandasi nilai-nilai Islam.

“Sementara tahap kelima atau akhir mencakup pembangunan fasilitas bisnis/area komersial sekaligus penataan lingkungan area masjid,” ujar Sayuti. (A058/K004)

Sumber: Antara

Pemerintah Betulkan Arah Kiblat Masjid

March 15th, 2010

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Agama akan memverifikasi arah kiblat di masjid-masjid seluruh Indonesia untuk menghindari kemungkinan ketidakakuratan arah kiblat seperti diduga selama ini, demikian Sekjen Kementrian Agama Bahrul Hayat pada sosialisasi Arah Kiblat Tingkat Nasional di Jakarta, Senin.

“Secara bertahap, semua masjid di Indonesia akan dilakukan verifikasi arah kiblat. Caranya dengan mengubah shaf, sedangkan yang akan membangun masjid supaya berkoordinasi dengan Kementrian Agama setempat,” jelas Bahrul Hayat.

Menurut Bahrul, pengukuran ulang arah kiblat masjid maupun musola tidak dipungut biaya, karena ditanggung Kementrian Agama.

Kementrian Agama menilai, arah kiblat antarmasjid di Indonesia masih berbeda satu sama lain, sekitar 20 derajat bahkan lebih.

Bahrul melanjutkan, bagi masjid dan musola yang belum diverifikasi arah kiblatnya, jamaah tetap diperkenankan shalat seperti biasa dan tidak perlu galau.

Ketidakakuratan arah kiblat masjid dan mushalla, bukan karena kesalahan masyarakat, namun karena faktor keterbatasan peralatan dan teknologi yang semakin maju.

Jadi, arah kiblat yang ditetapkan oleh para ulama dan tokoh agama selama ini sudah sesuai dengan kondisi ilmu falaq dan peralatan yang ada.

“Sekarang ini kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan serta canggihnya peralatan telah memberikan kemudahan bagi manusia untuk menentukan posisi yang tepat mengarah ke arah Kabah,” ujar Bahrul.

Ia menambahkan, pada 27 atau 28 Mei jam 16:18 Wib, dan 15 atau 16 Juli jam 16:28 Wib, posisi matahari tepat berada di atas Ka`bah sehingga bayang-bayang benda di permukaan bumi pada jam tersebut mengarah ke Ka`bah.

“Jika arah tersebut telah kita temukan, berdasarkan hasil ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka hasil tersebut merupakan ijtihad yang wajib dipergunakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, kompas kiblat yang tersebar di masyarakat, meski memudahkan, kurang tepat sehingga tidak perlu digunakan lagi. (*)

Sumber: Antara

Warung Ukhuwah

January 10th, 2010

Dalam rangka mengembangkan potensi usaha berbasis masjid, Dompet Dhuafa Republika (DD) akan mendukung dan memfasilitasi berkembangnya usaha warung berbasis masjid. DD akan membantu sosialisasi dan memberikan dana stimulan bagi pengembangan usaha warung yang dikelola oleh organisasi masjid. DD akan menyeleksi, me-latih dan mendampingi pengembangan usaha warung berbasis masjid. Program ini kami rintis serentak di 13 Propinsi yaitu (Aceh, Medan, Padang, Batam, Palembang, Lampung, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, Jogjakarta, Bali, Pontianak, Balikpapan dan Banjarmasin). DD akan menyediakan dana awal stimulan usaha antara 5 – 50 juta rupiah per warung.

Kami mengundang masjid-masjid yang memiliki komitmen di daerah-daerah tersebut, khususnya di Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok untuk mengajukan penawaran menjadi mitra pelaksana, dengan persyaratan sebagai berikut :
1. Mengajukan permohonan menjadi mitra yang dilengkapi
profil masjid dan proposal usaha warungnya.
2. Menyediakan Tempat Usaha
3. Menyediakan Tenaga Kerja
4. Menyediakan dana pendamping stimulan, minimal 10 %
dari dana yang dikucurkan.
5. Bersedia mengikuti pelatihan dan pendampingan dari DD
6. Bersedia mengikuti ketentuan sebagai mitra Program

Bagi masjid-masjid yang berminat,
silakan mengajukan permohonan ke :
Direktorat Program Dompet Dhuafa Republika
Perkantoran Ciputat Indah Permai lok C No. 28-29
Jl. Ir. H. Juanda 50 Ciputat Tangerang 15419
Po. Box 1996 Jakarta 12000

Permohonan paling lambat kami terima 10 Mei 2008

Festival Masjid Bersejarah di Batam

November 4th, 2009

Festival Masjid Bersejarah di Batam

Rabu, 4 November 2009 | 03:11 WIB

Batam, Kompas – Kegiatan Festival Masjid Bersejarah direncanakan diadakan di Batam, Kepulauan Riau, pada tanggal 5 November sampai 8 November 2009. Festival itu akan diikuti peserta dari sejumlah provinsi dan peserta dari Malaysia.

Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Batam Yusfa Hendri di Batam, Selasa (3/11).

”Sampai saat ini sudah ada 21 provinsi yang memastikan ikut dalam festival tersebut,” kata Yusfa. Selain dari Indonesia, peserta dari Malaysia, seperti Malaka dan Johor, juga ikut berpartisipasi.

Menurut Yusfa, Festival Masjid Bersejarah, termasuk keraton, diadakan Dewan Masjid Indonesia. Dalam festival itu akan dipamerkan stan-stan yang menampilkan masjid-masjid bersejarah.

”Khusus Provinsi Kepri, mungkin akan ditampilkan sejarah masjid Pulau Penyengat,” kata Yusfa. Selain itu, juga ada seminar yang terkait dengan perlindungan terhadap warisan budaya.

Festival Masjid Bersejarah itu merupakan festival yang ke-4. Festival sebelumnya diadakan di Jakarta. Pelaksanaan Festival Masjid Bersejarah dinilai dapat mendukung program Visit Batam 2010 yang dicanangkan Pemerintah Kota Batam.

Selain Festival Masjid Bersejarah, pada tanggal 6 November di Batam juga diadakan Kongres Vegetarian Asian Ke-4. Pada kongres itu juga dihadirkan para pakar di bidang lingkungan hidup untuk membahas masalah yang terkait dengan pemanasan global dan upaya melindungi lingkungan hidup.

Di beberapa daerah terdapat masjid bersejarah. Bangunan ini memiliki arti yang penting bagi sejarah penyebaran agama Islam dan juga sejarah Indonesia.

Di banyak tempat ibadah ini masih terawat dengan baik dan memiliki ornamen yang layak dikaji para peneliti sejarah dan arsitek.

Di Provinsi Sumatera Utara terdapat sejumlah masjid bersejarah, seperti Masjid Raya Kota Medan dan Masjid Raya di Kabupaten Langkat. (FER)

Sumber http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/04/03110592/festival.masjid.bersejarah..di.batam

Selamat Idul Fitri 1430 H

September 18th, 2009

Segenap crew Masjidkita.org mengucapkan :
Selamat Idul Fitri 1430 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Semoga kita menjadi fitrah dan lebih baik lagi dalam beribadah dan bekerja setelah Ramadhan ini berlalu…