<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>masjidkita.org &#187; News</title>
	<atom:link href="http://www.masjidkita.org/category/news/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.masjidkita.org</link>
	<description>direktori masjid di indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 06:41:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Festival Masjid Bersejarah di Batam</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2009/11/festival-masjid-bersejarah-di-batam/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2009/11/festival-masjid-bersejarah-di-batam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 00:57:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Festival Masjid Bersejarah di Batam Rabu, 4 November 2009 &#124; 03:11 WIB Batam, Kompas &#8211; Kegiatan Festival Masjid Bersejarah direncanakan diadakan di Batam, Kepulauan Riau, pada tanggal 5 November sampai 8 November 2009. Festival itu akan diikuti peserta dari sejumlah provinsi dan peserta dari Malaysia. Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Batam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Festival Masjid Bersejarah di Batam</p>
<p>Rabu, 4 November 2009 | 03:11 WIB</p>
<p>Batam, Kompas &#8211; Kegiatan Festival Masjid Bersejarah direncanakan diadakan di Batam, Kepulauan Riau, pada tanggal 5 November sampai 8 November 2009. Festival itu akan diikuti peserta dari sejumlah provinsi dan peserta dari Malaysia.</p>
<p>Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Batam Yusfa Hendri di Batam, Selasa (3/11).</p>
<p>”Sampai saat ini sudah ada 21 provinsi yang memastikan ikut dalam festival tersebut,” kata Yusfa. Selain dari Indonesia, peserta dari Malaysia, seperti Malaka dan Johor, juga ikut berpartisipasi.</p>
<p>Menurut Yusfa, Festival Masjid Bersejarah, termasuk keraton, diadakan Dewan Masjid Indonesia. Dalam festival itu akan dipamerkan stan-stan yang menampilkan masjid-masjid bersejarah.</p>
<p>”Khusus Provinsi Kepri, mungkin akan ditampilkan sejarah masjid Pulau Penyengat,” kata Yusfa. Selain itu, juga ada seminar yang terkait dengan perlindungan terhadap warisan budaya.</p>
<p>Festival Masjid Bersejarah itu merupakan festival yang ke-4. Festival sebelumnya diadakan di Jakarta. Pelaksanaan Festival Masjid Bersejarah dinilai dapat mendukung program Visit Batam 2010 yang dicanangkan Pemerintah Kota Batam.</p>
<p>Selain Festival Masjid Bersejarah, pada tanggal 6 November di Batam juga diadakan Kongres Vegetarian Asian Ke-4. Pada kongres itu juga dihadirkan para pakar di bidang lingkungan hidup untuk membahas masalah yang terkait dengan pemanasan global dan upaya melindungi lingkungan hidup.</p>
<p>Di beberapa daerah terdapat masjid bersejarah. Bangunan ini memiliki arti yang penting bagi sejarah penyebaran agama Islam dan juga sejarah Indonesia.</p>
<p>Di banyak tempat ibadah ini masih terawat dengan baik dan memiliki ornamen yang layak dikaji para peneliti sejarah dan arsitek.</p>
<p>Di Provinsi Sumatera Utara terdapat sejumlah masjid bersejarah, seperti Masjid Raya Kota Medan dan Masjid Raya di Kabupaten Langkat. (FER)</p>
<p>Sumber http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/04/03110592/festival.masjid.bersejarah..di.batam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2009/11/festival-masjid-bersejarah-di-batam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Mujahidin Pontianak Gelar &#8220;Sajadah Panjang&#8221;</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-mujahidin-pontianak-gelar-sajadah-panjang/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-mujahidin-pontianak-gelar-sajadah-panjang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 03:33:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalimantan Barat]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[pontianak]]></category>
		<category><![CDATA[sajadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Pontianak (ANTARA News) &#8211; Untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Yayasan Mujahidin Pontianak akan menggelar acara kegiatan Sajadah Panjang bersama Jama`ah Sajadah Fajar sebuah forum umat yang menyadari pentingnya shalat berjamaah, di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kamis. Wakil Sekretaris Yayasan Mujahidin, M Joni Abu, di Pontianak, Rabu, mengatakan bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pontianak (ANTARA News) &#8211; Untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Yayasan Mujahidin Pontianak akan menggelar acara kegiatan Sajadah Panjang bersama Jama`ah Sajadah Fajar sebuah forum umat yang menyadari pentingnya shalat berjamaah, di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kamis.</p>
<p>Wakil Sekretaris Yayasan Mujahidin, M Joni Abu, di Pontianak, Rabu, mengatakan bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menampilkan acara Tabligh pada siang hari. Acara kali ini dilakukan serangkaian dengan shalat Subuh.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Masjid Mujahidin, Mujid Taba mengatakan acara tersebut dimulai dengan shalat Subuh berjamaah disertai ceramah oleh Pengasuh Majlis Hati Yayasan Darul Izzah Depok, Ustadz. H Ibnu Jarir, Lc, di masjid terbesar di Kalimantan Barat tersebut.</p>
<p>Ketika ditanya mengenai alasan pelaksanaannya dilakukan pada waktu Subuh, Mujid mengatakan bahwa waktu Subuh adalah waktu yang sulit untuk orang bangun shalat. Kalau Subuh bisa shalat di masjid tentu shalat lain pun akan mudah.</p>
<p>&#8220;Tujuan acara Sajadah Panjang ini adalah mengajak umat Islam memakmurkan masjid, sebagaimana yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad,&#8221; katanya.</p>
<p>Shalat merupakan ibadah yang tidak pernah ditinggal Nabi yang harus kita contoh. Maka tema tentang shalat berjamaah dan memakmurkan masjid tentu tetap sesuai dengan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad, 12 Rabiul Awal 1429 Hijriyah.</p>
<p>Acara tersebut dimulai pukul 04.30 WIB, dan dihadiri berbagai kalangan. Dari kalangan pelajar telah diundang beberapa perguruan baik Mujahidin, Muhammmadiyah, Al-Azhar, dan beberapa sekolah lainnya. Juga akan diikuti dari berbagai jama`ah masjid yang ada di Kota pontianak.</p>
<p>Mujid memperkirakan Masjid Raya Mujahidin akan penuh oleh jama`ah. Acara Sajadah Panjang didukung oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak, Majlis Hati dan Radio Mujahidin FM.</p>
<p>Sekaligus dalam kesempatan tersebut, mengenalkan Sajadah Fajar yang merupakan forum bagi umat Islam untuk mendakwahkan pentingnya sholat berjamaah.</p>
<p>Sajadah fajar merupakan sejenis paguyuban ataupun forum umat Islam yang menyadari pentingnya shalat berjamaah. Forum yang dibentuk pada 18 November 2007, saat ini anggotanya mencapai 400 anggota.</p>
<p>&#8220;Padahal mulanya hanya belasan orang dan sangat berat sekali mengajak kaum muslimin untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid,&#8221; kata Mujid.</p>
<p>Program yang mulai berjalan sekarang adalah shalat Subuh keliling yang diadakan di masjid-masjid yang ada di Kota Pontianak. Target selanjutnya Sajadah Fajar ini sampai ke kampung-kampung dan harapannya semua kaum muslimin sadar dan mau untuk melaksanakan shalat di masjid.(*)</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.antara.co.id/arc/2008/3/19/masjid-mujahidin-pontianak-gelar-sajadah-panjang/">Antara</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-mujahidin-pontianak-gelar-sajadah-panjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada 10.000 Mesjid Yang Masuk Cagar Budaya di Indonesia</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2008/03/ada-10000-mesjid-yang-masuk-cagar-budaya-di-indonesia/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2008/03/ada-10000-mesjid-yang-masuk-cagar-budaya-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 03:14:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[cagar budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA News) &#8211; Jika kriteria untuk menetapkan usia bangunan tua yang mesti dilindungi mengacu pada UU No 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, maka ada sekitar 10 ribu mesjid tua dan kuno di seluruh Indonesia. &#8220;Dalam UU No 5 Tahun 1992, warisan budaya adalah yang berusia 50 tahun. Ukuran 50 tahun ini terlalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- google_ad_section_start -->Jakarta (ANTARA News) &#8211; Jika kriteria untuk menetapkan usia bangunan tua yang mesti dilindungi mengacu pada UU No 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, maka ada sekitar 10 ribu mesjid tua dan kuno di seluruh Indonesia.</p>
<p>&#8220;Dalam UU No 5 Tahun 1992, warisan budaya adalah yang berusia 50 tahun. Ukuran 50 tahun ini terlalu pendek karena berarti ada sekitar 10 ribu mesjid tua di Indonesia,&#8221; kata Guru Besar Sejarah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Prof Dr Azyumardi Azra, dalam Seminar Peranan Masjid dan Keraton pada Festival Masjid Bersejarah dan Keraton di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin.</p>
<p>Sebagai perbandingan, masjid-masjid tua yang dibahas dalam karya Heuken sebagian besar didirikan pada abad 18 dan 19 atau berarti lebih dari 200 tahun, padahal masih banyak masjid yang bahkan lebih tua lagi.</p>
<p>Ia mencontohkan Masjid Baiturrahman Banda Aceh (1292), Masjid Leran Pesucinan, Gresik (1385), Masjid Sawo, Gresik (1398), Masjid Mapauwe, Leihitu Maluku Tengah (1414), Masjid Panjunan, Cirebon (1453), Masjid Agung Demak (1477), Masjid Menara Kudus (1530), Masjid Sultan Suriansyah, Banjarmasin (1526), Masjid Katangka, Gowa Sulsel (1603), Masjid Agung Palembang (1663), Masjid Jami&#8217; Kotawaringin Kalteng (1725), Masjid Besar Kauman Yogyakarta (1773) dan lain-lain.</p>
<p>Ia juga mengatakan kebanyakan arsitektur mesjid tua tersebut didominasi pengaruh lokal, selain adanya nuansa Timur Tengah yang menonjolkan kubah (dome) dan menara, karena sebagian besar masjid ini dibangun oleh masyarakat Muslim lokal, sehingga realitas dan imajinasi lokal sangat berpengaruh.</p>
<p>&#8220;Bahkan ada kecenderungan kini mesjid menampilkan corak arsitektur yang pasca-tradisionalisme, seperti terlihat dari arsitektur Masjid Salman ITB atau Masjid Pondok Indah Jakarta,&#8221; katanya.</p>
<p>Masjid yang dalam bahasa Arab berarti &#8220;tempat bersujud&#8221;, lanjut dia, tidak sekedar tempat kegiatan ritual-sosial, tetapi juga merupakan simbol terjelas dari eksistensi peradaban Islam yang tidak saja berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai kegiatan pendidikan, politik, atau kesehatan.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia, KH Dr Tarmizi Taher menyerukan umat Islam agar tak meninggalkan masjid dan mulai melakukan pemberdayaan masjid sebagai tempat perubahan umat untuk kebangkitan Islam.</p>
<p>Ia juga meminta generasi muda Islam agar menjadi pendakwah Islam yang terdidik dan terhindar dari &#8220;kelompok garis keras&#8221; yang menciptakan masyarakat beradab dengan masjid sebagai rumah peradaban. (*)</p>
<p>Sumber http://www.antara.co.id/arc/2007/6/12/ada-10000-mesjid-yang-masuk-cagar-budaya-di-indonesia/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2008/03/ada-10000-mesjid-yang-masuk-cagar-budaya-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
