<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>masjidkita.org &#187; Lampung</title>
	<atom:link href="http://www.masjidkita.org/category/lampung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.masjidkita.org</link>
	<description>direktori masjid di indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 06:41:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Masjid Al-Anwar, Lampung</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-al-anwar-lampung/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-al-anwar-lampung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 04:43:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aidil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lampung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Masjid yang berada di jalan Malahayati, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung ini berada di pusat perekonomian propinsi Lampung. Arsitekturnya khas yang di dukung oleh 6 menara dengan tinggi 8 meter yang menggambarkan enam prinsip dasar perjuangan islam. Menurut sejarah setempat, menara-menara tersebut dibangun tanpa menggunakan semen, tetapi dengan putih telur dan campuran kapur sebagai penggantinya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masjid yang berada di jalan Malahayati, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung ini berada di pusat perekonomian propinsi Lampung. Arsitekturnya khas yang di dukung oleh 6 menara dengan tinggi 8 meter yang menggambarkan enam prinsip dasar perjuangan islam. Menurut sejarah setempat, menara-menara tersebut dibangun tanpa menggunakan semen, tetapi dengan putih telur dan campuran kapur sebagai penggantinya. Sampai sekarang, arsitek pembuatan mesjid ini tidak diketahui asal usulnya. </p>
<p>Masjid ini sudah beberapa kali mengalami renovasi. Setelah kemerdekaan Indonesia, dilakukan renovasi di tahun 1962 dan 1997. Di tahun 1997, renovasi yang dilakukan menelan biaya Rp. 400 Juta</p>
<p>Sumber : <a href="http://history.melayuonline.com/?a=b1JWL29QTS9VenVwRnRCb20%3D%3D&amp;lang=English" target="_blank">Al-Anwar Mosque, Lampung</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-al-anwar-lampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
