Archive for the ‘Kalimantan Barat’ category

Masjid Jami’ Sultan Abdurrahman Pontianak

August 12th, 2009

Masjid yang memiliki panjang 33,27 meter dan lebar 27,74 meter ini merupakan masjid tertua dan terbesar di Pontianak. Masjid yang undak (seperti tajug ala arsitektur Jawa) paling atasnya mirip mahkota atau genta besar khas arsitektur Eropa ini menjadi saksi sejarah perubahan demi perubahan yang terjadi di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Sultan Syarif Usman (1819-1855 M), sultan ke-3 Kesultanan Pontianak, tercatat sebagai sultan yang pertama kali meletakkan fondasi bangunan masjid sekitar tahun 1821 M/1237 H. Bukti bahwa masjid tersebut dibangun oleh Sultan Syarif Usman dapat dilihat pada inskripsi huruf Arab yang terdapat di atas mimbar masjid yang menerangkan bahwa Masjid Jami‘ Sultan Abdurrahman dibangun oleh Sultan Syarif Usman pada hari Selasa bulan Muharam tahun 1237 Hijriah. Berbagai penyempurnaan bangunan masjid terus dilakukan oleh sultan-sultan berikutnya hingga menjadi bentuknya seperti yang sekarang ini.

Untuk menghormati jasa Sultan Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri, pendiri Kota Pontianak dan sultan pertama Kesultanan Pontianak, masjid yang berada di sebelah barat Istana Kadriah itu pun diberi nama Masjid Jami‘ Sultan Abdurrahman.

Mayoritas konstruksi bangunan masjid terbuat dari kayu belian pilihan. Dominasi kayu belian masih dapat dilihat pada pagar, lantai, dinding, menara, dan sebuah bedug besar yang terdapat di serambi masjid. Enam tonggak utama (soko guru) penyangga ruangan masjid yang berdiameter 60 sentimeter juga terbuat dari kayu belian. Konon, tonggak-tonggak tersebut telah berusia lebih dari 170 tahun. Selain enam tonggak utama, terdapat empat belas tiang pembantu yang berfungsi sebagai penyangga ruangan masjid.

Pengaruh arsitektur Eropa terlihat pada pintu dan jendela masjid yang cukup besar, sedangkan pengaruh Timur Tengah terlihat pada mimbarnya yang berbentuk kubah.

Sumber : Masjid Jami’ Sultan Abdurrahman

Masjid Mujahidin Pontianak Gelar “Sajadah Panjang”

April 29th, 2008

Pontianak (ANTARA News) – Untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Yayasan Mujahidin Pontianak akan menggelar acara kegiatan Sajadah Panjang bersama Jama`ah Sajadah Fajar sebuah forum umat yang menyadari pentingnya shalat berjamaah, di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kamis.

Wakil Sekretaris Yayasan Mujahidin, M Joni Abu, di Pontianak, Rabu, mengatakan bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya menampilkan acara Tabligh pada siang hari. Acara kali ini dilakukan serangkaian dengan shalat Subuh.

Pada kesempatan yang sama, ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Masjid Mujahidin, Mujid Taba mengatakan acara tersebut dimulai dengan shalat Subuh berjamaah disertai ceramah oleh Pengasuh Majlis Hati Yayasan Darul Izzah Depok, Ustadz. H Ibnu Jarir, Lc, di masjid terbesar di Kalimantan Barat tersebut.

Ketika ditanya mengenai alasan pelaksanaannya dilakukan pada waktu Subuh, Mujid mengatakan bahwa waktu Subuh adalah waktu yang sulit untuk orang bangun shalat. Kalau Subuh bisa shalat di masjid tentu shalat lain pun akan mudah.

“Tujuan acara Sajadah Panjang ini adalah mengajak umat Islam memakmurkan masjid, sebagaimana yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad,” katanya.

Shalat merupakan ibadah yang tidak pernah ditinggal Nabi yang harus kita contoh. Maka tema tentang shalat berjamaah dan memakmurkan masjid tentu tetap sesuai dengan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad, 12 Rabiul Awal 1429 Hijriyah.

Acara tersebut dimulai pukul 04.30 WIB, dan dihadiri berbagai kalangan. Dari kalangan pelajar telah diundang beberapa perguruan baik Mujahidin, Muhammmadiyah, Al-Azhar, dan beberapa sekolah lainnya. Juga akan diikuti dari berbagai jama`ah masjid yang ada di Kota pontianak.

Mujid memperkirakan Masjid Raya Mujahidin akan penuh oleh jama`ah. Acara Sajadah Panjang didukung oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pontianak, Majlis Hati dan Radio Mujahidin FM.

Sekaligus dalam kesempatan tersebut, mengenalkan Sajadah Fajar yang merupakan forum bagi umat Islam untuk mendakwahkan pentingnya sholat berjamaah.

Sajadah fajar merupakan sejenis paguyuban ataupun forum umat Islam yang menyadari pentingnya shalat berjamaah. Forum yang dibentuk pada 18 November 2007, saat ini anggotanya mencapai 400 anggota.

“Padahal mulanya hanya belasan orang dan sangat berat sekali mengajak kaum muslimin untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid,” kata Mujid.

Program yang mulai berjalan sekarang adalah shalat Subuh keliling yang diadakan di masjid-masjid yang ada di Kota Pontianak. Target selanjutnya Sajadah Fajar ini sampai ke kampung-kampung dan harapannya semua kaum muslimin sadar dan mau untuk melaksanakan shalat di masjid.(*)

Sumber: Antara