<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>masjidkita.org &#187; Daerah Istimewa Yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://www.masjidkita.org/category/daerah-istimewa-yogyakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.masjidkita.org</link>
	<description>direktori masjid di indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Mar 2010 06:41:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Masjid Agung Kauman</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-agung-kauman/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-agung-kauman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 10:21:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aidil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah Istimewa Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Gedhe Kauman ini terletak di sebelah barat Alun- Alun Utara yang secara simbolis merupakan transendensi untuk menunjukkan keberadaan Sultan, yaitu di samping pimpinan perang atau penguasa pemerintahan (senopati ing ngalaga), juga sebagai sayidin panatagama khalifatulah (wakil Allah) di dunia di dalam memimpin agama (panatagama) di kasultanan. Seluruh kompleks [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Gedhe Kauman ini terletak di sebelah barat Alun- Alun Utara yang secara simbolis merupakan transendensi untuk menunjukkan keberadaan Sultan, yaitu di samping pimpinan perang atau penguasa pemerintahan (senopati ing ngalaga), juga sebagai sayidin panatagama khalifatulah (wakil Allah) di dunia di dalam memimpin agama (panatagama) di kasultanan.</p>
<p>Seluruh kompleks Masjid ini dikelilingi oleh pagar tembok tinggi  di mana pada bagian utara terdapat Dalem Pengulon yaitu tempat tinggal serta kantor abdi dalem pengulu, serta di sebelah barat masjid terdapat beberapa makam yang diantaranya adalah makam Nyai Ahmad Dahlan. Abdi dalem pengulu inilah yang membawahi para abdi dalem bidang keagamaan lainnya, seperti abdi dalem pamethakan, suronoto, modin.</p>
<p>Selengkapnya di <a href="http://gudeg.net/directory/31/376/Masjid-Agung-(Gede)-Kauman.html">Masjid Agung Kauman</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-agung-kauman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Syuhada</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-syuhada/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-syuhada/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 10:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah Istimewa Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Masjid Syuhada Yogyakarta menjadi satu dari saksi sejarah masyarakat muslim dalam memperjuangkan kemerdekaan. Masjid Syuhada menyimpan candrasengkala sekaligus sebagai peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sehingga hal itu digambarkan dalam bagian-bagian penting bangunan seperti 17 anak tangga di bagian depan, delapan segi tiang gapuranya dan empatkupel bawah serta lima kupel atas. Keseluruhan bangunan terdiri tiga lantai, di bawah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><img class="alignleft" title="Syuhada" src="http://gudeg.net/images/upload/masjid_syuhada.jpg" alt="" width="200" height="155" />Masjid Syuhada Yogyakarta menjadi satu dari saksi sejarah masyarakat muslim dalam memperjuangkan kemerdekaan. Masjid Syuhada menyimpan <em>candrasengkala</em> sekaligus sebagai peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sehingga hal itu digambarkan dalam bagian-bagian penting bangunan seperti 17 anak tangga di bagian depan, delapan segi tiang gapuranya dan empat<em>kupel</em> bawah serta lima <em>kupel</em> atas.</p>
<p align="left">Keseluruhan bangunan terdiri tiga lantai, di bawah untuk ruangan kuliah, dilengkapi 20 jendela yang diharapkan menjadi peringatan atas 20 sifat Allah SWT. Di lantai dua untuk ruang shalat bagi kaum perempuan, terdapat dua tiang yang seolah-olah menyangga bangunan yang menggambarkan dua buah iktikad manusia. Sedang di lantai tiga sebagai ruang shalat utama, termasuk shalat Jumat di <em>mihrab</em>nya terdapat lima lubang angin yang memberi gambaran sekaligus mengingatkan kepada masyarakat muslim rukun Islam.</p>
<p align="left">Pada 17 Agustus 1950 menetapkan garis kiblat di atas tanah yang sekarang berdiri bangunan representatif. Sedangkan pada 23 September 1950 atau 11 Dzulhijjah 1369 bertepatan dengan Hari Raya Qurban kedua Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang ketika itu selaku Menteri Pertahanan Republik Indonesia, meletakkan batu pertama pembangunan masjid. Dua tahun kemudian tepatnya pada 20 September 1952 seluruh bangunan selesai dan dilakukan pembukaan secara resmi yang bertepatan dengan Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharram 1372.</p>
<p align="left">Sumber : <a href="http://gudeg.net/directory/31/424/Masjid-Syuhada-Yogyakarta.html" target="_self">Masjid Syuhada Yogya</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-syuhada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Kotagede</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-kotagede/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-kotagede/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 10:11:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aidil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah Istimewa Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Bangunan inti masjid merupakan bangunan Jawa berbentuk limasan. Cirinya dapat dilihat pada atap yang berbentuk limas dan ruangan yang terbagi dua, yaitu inti dan serambi. Pada bagian luar inti masjid terdapat bedug tua yang bersebelahan dengan kentongan. Bedug yang usianya tak kalah tua dengan masjidnya itu merupakan hadiah dari seseorang bernama Nyai Pringgit yang berasal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bangunan inti masjid merupakan bangunan Jawa berbentuk limasan. Cirinya dapat dilihat pada atap yang berbentuk limas dan ruangan yang terbagi dua, yaitu inti dan serambi.</p>
<p>Pada bagian luar inti masjid terdapat bedug tua yang bersebelahan dengan kentongan. Bedug yang usianya tak kalah tua dengan masjidnya itu merupakan hadiah dari seseorang bernama Nyai Pringgit yang berasal dari desa Dondong, wilayah di Kabupaten Kulon Progo. Atas jasanya memberikan bedug itu, keturunan Nyai Pringgit diberi hak untuk menempati wilayah sekitar masjid yang kemudian dinamai Dondongan. Sementara bedug pemberiannya, hingga kini masih dibunyikan sebagai penanda waktu sholat.</p>
<p>Masjid yang usianya telah ratusan tahun itu hingga kini masih terlihat hidup. Warga setempat masih menggunakannya sebagai tempat melaksanakan kegiatan keagamaan. Bila datang saat waktu sholat, akan dilihat puluhan warga menunaikan ibadah. Di luar waktu sholat, banyak warga yang menggunakan masjid untuk tempat berkomunikasi, belajar Al Qur&#8217;an, dan lain-lain.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/places-of-interest/masjid-kotagede/" target="_blank">Masjid Kotagede</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2008/04/masjid-kotagede/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Jami&#8217; Mlangi</title>
		<link>http://www.masjidkita.org/2008/04/dusun-mlangi-kawasan-wisata-religi-islam/</link>
		<comments>http://www.masjidkita.org/2008/04/dusun-mlangi-kawasan-wisata-religi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 02:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aidil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daerah Istimewa Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.masjidkita.org/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Masjid Jami&#8217; Mlangi adalah bangunan paling legendaris di dusun Mlangi, Yogyakarta karena dibangun pada masa Kyai Nur Iman, sekitar tahun 1760-an. Meski telah mengalami renovasi dan beberapa perubahan, arsitektur aslinya masih dapat dinikmati. Diantaranya adalah gapura masjid dan dinding sekitar masjid yang didesain seperti bangunan di daerah Kraton. Di dalam masjid yang oleh warga sekitar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masjid Jami&#8217; Mlangi adalah bangunan paling legendaris di dusun Mlangi, Yogyakarta karena dibangun pada masa Kyai Nur Iman, sekitar tahun 1760-an. Meski telah mengalami renovasi dan beberapa perubahan, arsitektur aslinya masih dapat dinikmati. Diantaranya adalah gapura masjid dan dinding sekitar masjid yang didesain seperti bangunan di daerah Kraton. Di dalam masjid yang oleh warga sekitar disebut &#8220;Masjid Gedhe&#8221; itu juga tersimpan sebuah mimbar berwarna putih yang digunakan sejak Kyai Nur Iman mengajar Islam.</p>
<p>Selengkapnya di <a href="http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/places-of-interest/mlangi/">masjid jami&#8217;mlangi</a> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.masjidkita.org/2008/04/dusun-mlangi-kawasan-wisata-religi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
