Sebagai negara dengan komunitas muslim terbesar di dunia, Indonesia memainkan peran strategis dalam kancah pergaulan dunia. Usulan, saran dan kritik dari Indonesia tentang berbagai permasalahan Islam diberbagai belahan dunia, selalu dinantikan dan mendapat respon positif.
Sejalan itu, masyarakat Islam di dalam negeri yang terdiri dari berbagai kelompok juga memiliki keanekaragaman yang unik, sekaligus pemahaman yang berbeda. Tak jarang antara kelompok tersebut sering berkonflik, meski tidak dalam bentuk fisik dan skala luas. Sementara dalam skala global (penjuru dunia), berkembang isu-isu yang kurang menyenangkan tentang Islam. Di beberapa tempat, Islam bahkan dianggap sebagai agama yang memperbolehkan tindak kekerasan dan lekat dengan cap terorisme.
Sementara, tidak sedikit orang yang memahami dan mendalami Islam belum cukup mampu menjelaskan tentang keagungan dan kebesaran agama yang rahmatan lil alamiiin ini. Disisi lain, pengaruh media begitu gencar menggambarkan Islam secara “hitam-putih”, sehingga tidak sedikit orang Islam sendiri merasa asing dengan agamanya.
Kondisi ini secara tidak langsung sedang dan telah terjadi di Indonesia, untuk itu dibutuhkan media informasi yang bisa menyelaraskan isu dan menyebarkan informasi Islam secara benar. Tak hanya itu, media tersebut sekaligus bisa menjadi forum komunikasi antara kelompok Islam yang ada di Indonesia, dan tak menutup kemungkinan Islam di seluruh dunia.
Sejalan dengan itu, Istiqlal sebagai mesjid terbesar di Indonesia dan menjadi symbol dari representasi muslim tanah air memainkan peranan strategis dalam menyatukan visi dan misi dari nuansa Islam di Indonesia. Dari sinilah Yayasan Dunia Merdeka (YDM)yang ditunjuk langsung oleh Menteri Agama RI melalui SK untuk mengelola Masjid Istiqlal dengan mendirikan “World Moslem E-Center & World Moslem Communities Gallery” yang salah satu pogramnya pengembangkan portal www.masjidistiqlal.com menjadi media komunikasi yang interaktif antara komunitas/pergerakan muslim di Indonesia dengan berbagai komunitas muslim di seluruh dunia, termasuk didalamnya negara-negara non-OKI, seperti Amerika, Eropa, Australia dan Afrika.
