Festival Masjid Bersejarah di Batam
Rabu, 4 November 2009 | 03:11 WIB
Batam, Kompas – Kegiatan Festival Masjid Bersejarah direncanakan diadakan di Batam, Kepulauan Riau, pada tanggal 5 November sampai 8 November 2009. Festival itu akan diikuti peserta dari sejumlah provinsi dan peserta dari Malaysia.
Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Batam Yusfa Hendri di Batam, Selasa (3/11).
”Sampai saat ini sudah ada 21 provinsi yang memastikan ikut dalam festival tersebut,” kata Yusfa. Selain dari Indonesia, peserta dari Malaysia, seperti Malaka dan Johor, juga ikut berpartisipasi.
Menurut Yusfa, Festival Masjid Bersejarah, termasuk keraton, diadakan Dewan Masjid Indonesia. Dalam festival itu akan dipamerkan stan-stan yang menampilkan masjid-masjid bersejarah.
”Khusus Provinsi Kepri, mungkin akan ditampilkan sejarah masjid Pulau Penyengat,” kata Yusfa. Selain itu, juga ada seminar yang terkait dengan perlindungan terhadap warisan budaya.
Festival Masjid Bersejarah itu merupakan festival yang ke-4. Festival sebelumnya diadakan di Jakarta. Pelaksanaan Festival Masjid Bersejarah dinilai dapat mendukung program Visit Batam 2010 yang dicanangkan Pemerintah Kota Batam.
Selain Festival Masjid Bersejarah, pada tanggal 6 November di Batam juga diadakan Kongres Vegetarian Asian Ke-4. Pada kongres itu juga dihadirkan para pakar di bidang lingkungan hidup untuk membahas masalah yang terkait dengan pemanasan global dan upaya melindungi lingkungan hidup.
Di beberapa daerah terdapat masjid bersejarah. Bangunan ini memiliki arti yang penting bagi sejarah penyebaran agama Islam dan juga sejarah Indonesia.
Di banyak tempat ibadah ini masih terawat dengan baik dan memiliki ornamen yang layak dikaji para peneliti sejarah dan arsitek.
Di Provinsi Sumatera Utara terdapat sejumlah masjid bersejarah, seperti Masjid Raya Kota Medan dan Masjid Raya di Kabupaten Langkat. (FER)
Sumber http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/04/03110592/festival.masjid.bersejarah..di.batam
Masjid yang memiliki panjang 33,27 meter dan lebar 27,74 meter ini merupakan masjid tertua dan terbesar di Pontianak. Masjid yang undak (seperti tajug ala arsitektur Jawa) paling atasnya mirip mahkota atau genta besar khas arsitektur Eropa ini menjadi saksi sejarah perubahan demi perubahan yang terjadi di Kota Pontianak dan sekitarnya.
Masjid yang diklaim oleh Pemprov Kaltim sebagai masjid termegah dan terbesar di Asia Tenggara. Terletak di kelurahan Karang Asam, Samarinda Ilir, Samarinda Kaltim ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi.


Masjid ini diperkirakan didirikan pada abad 18 M. Masjid yang berdampingan dengan istana Tanah Grogot (sekarang menjadi museum) banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa, dimana menempatkan masjid, istana dan alun-alun dalam satu komplek. Selain itu, posisi berdampingan ini juga menunjukkan bahwa masjid ini adalah masjid kerajaan.
















